Punan Uheng Kereho

Masyarakat Punan Uheng Kereho hidup menyatu dengan hutan sebagai sumber kehidupan dan identitas. Di kawasan Taman Nasional Betung Kerihun, mereka menjaga keseimbangan alam melalui kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun, menjadikan hutan bukan hanya tempat tinggal, tetapi warisan yang harus dilindungi.

217.127 Ha Luas Wilayah

Ketemenggungan Punan Uheng Kereho memiliki 217.127 Ha luas wilayah adat

Pengakuan Resmi

Hutan adat telah mendapat pengakuan pemerintah republik Indonesia

Komunitas Terbuka

Terbuka untuk peneliti, wisatawan, dan mitra kolaborasi

Berita Terbaru

Sejarah Suku Punan Uheng Kereho

Asal-usul masyarakat Punan diyakini berasal dari kawasan Asia Tenggara daratan. Sekitar 1500 SM, kelompok ini melakukan perpindahan menuju sebuah pulau di Laut Cina Selatan yang kini dikenal sebagai Pulau Hainan, wilayah paling selatan dari Republik Rakyat Tiongkok. Di pulau tersebut, mereka menetap dalam waktu yang cukup lama hingga akhirnya menghadapi tekanan akibat pertumbuhan populasi dan keterbatasan ruang hidup.

Garda Terdepan Punan Uheng Kereho

Mari Kenal Struktur Kepengurusan Ketemenggungan Punan Uheng Kereho Lebih Lengkap

Yohanes Sungkin

Temenggung

Hermanus Bucher

Kepala Adat Komplek Desa Cempaka Baru

Fransiskus Pokim

Kepala Adat Komplek Desa Kereho

GALERI

Prosesi Pemindahan Tuwung Sebelum Pelaksanaan Adat

Acara terdekat

Ritual Syukur Panen

Pesta syukur panen Suku Dayak Punan Uheng Kereho adalah tradisi adat sebagai ungkapan syukur atas hasil panen, sekaligus simbol keharmonisan masyarakat, alam, dan warisan leluhur.

Penanaman Bibit

Penanaman bibit menjadi wujud kepedulian Suku Dayak Punan Uheng Kereho dalam menjaga kelestarian hutan dan meneruskan warisan alam bagi generasi mendatang.

Kepala Keluarga Adat
0
Wilayah Hutan Adat
0
Tradisi Ritual Aktif
0
Pengrajin Tradisional
0
Pengrajin Tradisional
0
Tanaman Obat Tradisional
0

Peta Lokasi